Sabtu, 17 November 2012

kanker mata


Kanker Mata

  Apa yang dimaksud dengan kanker mata?

  Kanker mata adalah tumor ganas pertumbuhan tumor ganas di mata, artinya, bagian jaringan peka cahaya di retrobulbar. Tumor di retina mata, Kita sering mengatakan bahwa "mata kanker" mengacu pada karsinoma skuamosa sel mata dari sejarah panjang tentang penyakit mata. Kanker mata relative jarang terjadi, tetapi untuk usia tertentu kemungkinan bisa terjadi. Kanker mata umumnya terjadi hanya di satu mata saja, kemudian menyebar dari satu mata ke mata lainnya, kejadian seperti ini secara bersamaan mempengaruhi kondisi kedua mata. Kondisi seperti ini sering merupakan penyebab kematian.
kanker mata
  Penyebab kanker mata 
  Gejala kanker mata 
  Spesifikasi 
  Metode pemeriksaan 
  Pengobatan kanker mata
  Metode pengobatan pada umumnya
  Metode pengobatan paling baik
  Penyebab kanker mata umumnya disebabkan oleh mutasi genetic atau gen, dapat disebkan juga dengan : tepi kelopak mata kurangnya pigmen; sinar matahari terlalu lama, terutama oleh pengaruh radiasi ultraviolet yang kuat, kekurangan gizi.
  Meskipun kanker mata tidak terlalu umum, namun dapat terlihat jelas pada anak-anak usia 5 tahun atau pada usia yang lebih awal, tetapi pada anak-anak dibawah usia 4 tahun harus memberikan perhatian khusus terhadap reflektif mata. Jika ditemukan reflektif mata tidak normal atau terjadi mata menonjol dalam gumpalan harus segera dibawa ke rumah sakit specialis mata, jika terjadi luka yang parah harus segera dilakukan pengobatan dini. Untuk diagnosis dini kanker mata akan mendapatkan kesempatan pengobatan yang relative tinggi.
  Penyebaran kanker mata hamper diseluruh bagian mata, bagian rawan pada bagian kornea dan tepinya, bisa terjadi dari konjungtiva, nictitating membrane dan tepi kelopak mata, spesifikasinya :
  1. Pasien sewaktu ada sinar yang kilat (terlalu terang), akan menemukan titik putih di pupil.
  2. Pasien dengan warna mata yang berbeda dari mata lainnya.
  3. Pasien dengan mata esimetris atau esotropia
  4. Pasien dengan kedua mata yang bengkak dan nyeri
  5. Pasien dengan penurunan penglihatan
  1. Mengontrol kinerja spesifik kanker mata, pada saat pemeriksaan apakah ditemukan bintik putih pada mata atau mata pasien timbuk gejala tidak normal yang disebutkan diatas.
  2. Apabila mata pasien timbul kondisi tidak normal, dianjurkan untuk langkah awal segera lakukan pemeriksaan CT fundus oculi dan kepala
  3. Disaat secara klinis gejala yang ada mendekati gejala kanker mata, pasien perlu melakukan pemeriksaan lab patologi dengan operasi untuk diambil sampel organismenya.
kanker mata 2
  Karena kanker mata termaksud salah satu dari jenis kanker, maka dari itu dari segi medis metode pengobatan semua kanker dapat dilakukan pada kanker mata. 
  1. Pembedahan : bedah reseksi merupakan salah satu metode pengobatan umum yang digunakan. Dengan melakukan bedah reseksi pada tumor, termasuk seluruh mata kemudian di gabungkan dengan laser, dengan menggunakan temperature tinggi jaringan yang tidak normal dapat dihancurkan atau memutuskan saluran darah ke tumor guna mencapai hasil pengobatan kanker mata.
  2. Terapi pembekuan : dengan menggunakan jarum kecil tumor dibekukan, menghancurkan sel yang tidak normal, ini merupakan cara membunuh sel kanker.
  3. Terapi radiasi : prinsipnya didasarkan pada besar kecilnya energi radiasi yang dapat memiliki kemampuan pengrusakan sel dan kromosom sehingga menghambat pertumbuhan sel.
  4. Kemoterapi : menggunakan obat untuk mengecilkan ukuran tumor . di dalam beberapa kondisi kemoterapi dapat memberikan kehancuran yang tuntas terhadap kanker, menghambat dan menghentikan penyebaran sel kanker dan melengkapi hasil pengobatan yang lain.
  Apabila kanker mata tidak memberikan dampak serius bagi penglihatan pasien, dokter akan menghancurkan tumor tanpa enukleasi. Apabila pasien sudah kehilangan kemampuan penglihatan secara total ataupun kemampuan penglihatannya sudah rendah ditambah dengan ukuran tumor yang besar biasanya dokter akan melakukan pengangkatan mata (enukleasi) hingga ke bagian saraf optic mata. Disaat sel kanker belum menyebar diluar mata enukleasi bisa menjadi pengobatan yang efektif bagi kanker mata.
  5. Imunotheraphy tumor : teknik pengobatan Imunoterapi dengan meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh dan faktor kedatangan hingga sampai kehancuran dengan tujuan pemberantasan tumor. Selain penargetan dan pengaturan fungsi kekebalan tubuh, masih ada efek samping dan manfaat lainnya. Dibandingkan dengan efek samping yang kuat dari kemoterapi dan radioterapi, pengobatan biologis tumor tanpa efek samping yang signifikan, dan metode ini terbukti secara klinis dapat meningkatkan system kekebalan tubuh dan pengobatan yang efektif terhadap kanker mata. Untuk sebagian sementara tidak diperbolehkan melakukan operasi, local kemoterapi, atau pengobatan kanker lainnya, dapat melakukan imunoterapi dahulu guna meningkatkan fungsi system kekebalan tubuh.
  Pengobatan kanker mata diwaktu dan di stadium yang berbeda memiliki metode pengobatan yang berbeda pula. Sekarang ini pengobatan umum utama kanker mata adalah pembedahan, diluar itu ada radioterapi dan kemoterapi yang juga termasuk program pengobatan yang diperlukan. Kita semua tahu radioterapi dan kemoterapi membunuh sel kanker dan disaat yang sama juga merusak sel yang normal, memberikan dampak kepada leukosit menjadi turun, system kekebalan tubuh menurun, mempercepat penyebaran sel kanker, sehingga menyebabkan pasien harus menjalani kemoterapi yang berulang ulang, radioterapi tidak sensitive. Modern Cancer Hospital Guangzhou sekarang ini menggunakan local kemoterapi, partikel radioaktif, Cryosurgery dan teknik pengobatan invasive lainnya, dapat menghindari kelemahan dari yang sebutkan diatas.
  Selain itu pengobatan integrative juga merupakan pengobatan ideal yang sekarang sering digunakan, terlebih bagi pasien dengan stadium lanjut Pengobatan China memiliki esensi vital, mengatur kelainan darah, untuk meningkatkan efek dari fungsi kekebalan tubuh pada pasien, pengobatan bisa efektif ditambah dengan pengobatan Barat, operasi, dan untuk rehabilitasi pasca-operasi untuk meringankan rasa sakit dan efek samping radioterapi dengan kemoterapi, untuk memperbaiki gejala, meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang hidup.
  Pencegahan dan perawatan kanker mata :
  Apabila ditemukan kanker mata pada anak tidak ada cara pencegahan. Namun melalui pelatihan untuk dokter mata anak, dokter dapat menyelamatkan anak dari kebutaan dan kematian.
  Bagi orang dewasa, biasanya perhatikan kebersihan mata, lakukan pemeriksaan secara teratur untuk memastikan kesehatan organ mata kita.
DAFTAR PUSTAKA
www.asiancancer.com/indonesia/cancer-topics/eye-cancer/kanker-mata.
SEBELAS MANFAAT JAHE BAGI KESEHATAN
alt

Kadang kala, resep keluarga, seperti air jahe segar, dapat menyembuhkan secara ajaib beberapa penyakit ringan.
Selama bertahun-tahun, setiap kali terserang flu, pilek dan sakit kepala, saya akan mengambil jahe segar (500 gr). Jahe segar ini kemudian diiris dan direbus dalam air panas selama 20 menit, lalu tambahkan gula merah (100 gr), kemudian minum 4 hingga 5 kali sehari. Banyak orang telah menggunakan resep ini dan sembuh dari flu dan pilek.
Jahe hangat (rebusan air jahe segar) dapat mengobati berbagai penyakit ringan seperti:
1. Sariawan
Rebus jahe segar (800 gr) dan masukkan ke dalam mangkok yang siap digunakan. Gunakanlah rebusan air jahe hangat tersebut untuk berkumur, 2-3 kali sehari. Enam hingga sembilan kumuran akan memiliki hasil yang luar biasa.
2. Periodontitis
Kumur mulut dengan air jahe hangat pada pagi dan malam hari. Jika tenggorokan terasa sakit atau gatal, jahe hangat dapat ditambahkan garam dan gunakan 2-3 kali sehari.
3. Kerusakan gigi
Kumurlah mulut dengan jahe hangat pagi dan malam hari. Minum air jahe sebagai minuman sehari-hari dapat membantu mencegah dan meringankan gejala tersebut.
4. Migren
Rendam tangan dalam air jahe hangat selama 15 menit. Cara semacam ini dapat membantu meringankan rasa sakit.
5. Mabuk
Minumlah air jahe hangat. Ketika seseorang mabuk, air jahe akan meningkatkan sirkulasi untuk membantu menghilangkan etanol dari tubuh. Dapat pula ditambahkan madu untuk meningkatkan rasa.
6. Jerawat
Cuci wajah dengan air jahe hangat pagi dan malam hari. Kondisi ini akan dapat meringankan bahkan menghilangkan jerawat dalam waktu 60 hari. Cara ini dapat pula diterapkan untuk menghilangkan bintik-bintik hitam dan kulit kering.
7. Ketombe
Gosoklah jahe mentah ke dalam rambut. Kemudian bilas dengan air jahe hangat. Metode ini juga dapat membantu mencegah rambut rontok. Di sejumlah toko di Tiongkok, mereka memiliki cara khusus menggunakan air jahe hangat untuk mencuci rambut. Banyak orang telah menikmati perawatan ini dengan hasil yang baik. Mencuci rambut dengan air jahe merupakan resep kuno peninggalan nenek moyang.
8. Nyeri Pinggang dan Punggung
Tambahkan sedikit garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendamlah handuk dengan air ini. Kemudian bilas dan tempel pada tempat yang terasa sakit. Ulangi beberapa kali. Metode ini dapat melemaskan otot dan membantu sirkulasi darah sehingga mengurangi rasa sakit.
9. Kaki Bau
Tambahkan garam dan cuka ke dalam air jahe hangat. Rendam kaki selama 15 menit. Kemudian keringkan kaki dengan handuk lalu taburkan bedak talk. Selamat mencoba!!
10. Tekanan darah tinggi
Rendam kaki dalam air jahe hangat  selama 15 menit. Metode ini membantu sirkulasi darah dengan cara refleksologi untuk menurunkan tekanan darah.
11. Pilek
Rendam kaki hingga ke pergelangan dalam air jahe panas. Tambahkan garam dan cuka serta tambahkan air hangat secara terus menerus. Rendam sampai kaki berubah menjadi merah, metode ini juga baik untuk menghilangkan sakit kepala dan batuk. (Erabaru/SC/sua).
DAFTAR PUSTAKA
erabaru.net/kesehatan/61-pengobatan-alternatif/23256-sebelas-manfaat-jahe-bagi-kesehatan.

kanker serviks


KANKER SERVIKS
Kanker Serviksmerupakan salah satu dari sederet jenis kanker yang mematikan. Tetapi, bukan berarti, apabila anda terkena penyakit kanker serviks ini, sudah dapat dipastikan akan segera meninggal. Walaupunpengobatan kanker servikscukup memakan waktu, kini dengan menggunakan metode pengobatan NY Djamilah Najmuddin, alhamdulillah penyakit HPV dan kanker serviks dapat ditangani dengan tuntas dan dapat dibuktikan dengan hasil laboratorium tentunya.
Walaupun penyakit ini dapat disembuhkan, bukan berarti anda tidak perlu mengetahui informasi mengenai penyakit kanker serviks, di bawah ini kami akan coba bahas secara lengkap dengan menggunakan metode tanya jawab yang sering di tanyakan oleh para pasien kami seputar kanker serviks dan penyebabnya. Semoga bermanfaat.
Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan keganasan yang menyerang leher rahim ataucervix, yaitu bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang sanggama (vagina).
Apakah kanker serviks menular?
Perlu digaris bawahi bahwaKANKER TIDAK MENULAR!Akan tetapi, ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko berkembangnya kanker serviks. Salah satu yang paling penting adalah terinfeksi human papillomavirus(HPV), yang ditularkan lewat kontak seksual. Jadi, yang ditularkan bukan kanker serviks akan tetapi penyebabnya atau virus HPV tersebut. Sehingga kanker serviks tidak akan menular melalui jabat tangan, keringat, tukar menukar pakaian dll.
Lalu, penyebab kanker serviks itu apa?
Banyak faktor berkaitan dengan penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim . Di antara yang paling penting adalah terinfeksihuman papillomavirus(HPV) berisiko tinggi, sekarang dipahami mempunyai peran penting dalam perkembangan kanker serviks. Namun, di samping infeksi HPV, para peneliti telah mengenali sejumlah faktor lain yang penting bagi penyebab kanker serviks. Di antaranya adalah indikator dari aktivitas seksual, termasuk jumlah jumlah pasangan seksual, umur saat melakukan seksual pertama kali, berapa kali sudah hamil, dan sejarah penyakit menular seksual.
Faktor-faktor penyebab lain yang dikenali termasuk merokok, terpapar pada diethylstilbestrol sewaktu ibu Anda mengandung Anda, dan terifeksi human immunodeficiency virus (HIV). Akhirnya, pihak yang beresiko terpapar penyakit kanker serviks adalah perempuan yang sudah aktif secara seksual dan berusia lanjut.
Tiap daerah belahan dunia memiliki kecenderungan penyakit kanker yang berbeda-beda. Di Korea dan Jepang, didominasi penyakit kanker pada lambung. Di India, didominasi penyakit kanker pada oral/rongga mulut. Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain, penyakit kanker didominasi kaum wanita yaitu kanker serviks dankanker payudara.
Tahukah anda bahwa kanker serviks (kanker leher rahim) adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO Consultation, 2002). Sekitar 99.7% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV.
Kenapa wanita di Indonesia rentan terhadap kanker serviks?
Ada beberapa faktor penyebab, diantaranya:
-          Menstruasi wanita di negara berkembang relatif lebih cepat dibandingkan negara lain.
-          Menopause lebih lambat.
-          Wanita usia menopause kini cenderung berusaha memperlambat proses alamiah itu demi kecantikan.
-          Jumlah anak sedikit menyebabkan paparan terhadap hormon esterogen lebih panjang jadi resiko menjadi lebih besar.
-          Terdapat faktor internal dan eksternal serta paparan zat kimia pada makanan di kalangan masyarakat indonesia yang terkenal kurang higienis dan terlalu banyak mengandung bahan pengawet, pewarna serta monosodiumglutamat.
Kami masih muda, apakah harus khawatir mengenai kanker serviks?
Perlu diberikan pemahaman kepada semua perempuan bahwa kanker serviks atau kanker leher rahim bisa menyerang siapa pun yang aktif secara seksual. Artinya, meskipun belum menikah, jika perempuan tersebut telah aktif secara seksual, maka ia pun berpotensi terkena dan mengembangkan penyakit ini. Banyak hal yang menyebabkan perempuan berpotensi terkena penyakit ini. Di antaranya adalah menikah muda (sebelum usia 20 tahun) karena leher rahim belum siap menerima paparan dari luar, bergonta-ganti pasangan seksual, kehamilan yang sering, merokok, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang juga menjadi penyebab lainnya.
Apakah ada hubungannya antara aktivitas seksual dengan resiko kanker serviks?
Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi aktivitas seksual seseorang, semakin besar kemungkinan dia terinfeksi HPV. Walaupun ada yang menyarankan bahwa HPV bias ditularkan tidak lewat hubungan seksual, studi menunjukan bahwa perempuan yang belum pernah berhubungan seksual jarang yang terifeksi HPV, dan ini bertentangan dengan pendapat mengenai penularan nonseksual dari virus ini.
HPV, ‘makhluk’ apakah itu?
HPV =Human papilloma virusyang terdiri dari lebih 100 tipe, disebut papilloma karena virus ini sering menimbulkan warts atau benigna (warts: tumor epidermal yang disebabkan virus papilloma atau proliferasi jinak mirip kutil). HPV yang menimbulkan warts (kutil) di tangan atau di kaki berbeda tipe dengan yang menimbulkan di alat kelamin (genitalia) dan beberapa tipe HPV sangat berkaitan erat dengan terjadinya kanker serviks
Siapa saja yang dapat tertular virus HPV?
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Kisah mantan pasien HPV Balai Pengobatan Tradisional Ny.Djamilah Najmuddin
Pria maupun wanita yang pernah melakukan hubungan seksual dengan orang terinfeksi HPV, keduanya tidak akan menyadari dirinya terinfeksi, karena HPV dapat berdiam lama tanpa menunjukan gejala. Seseorang dapat saja terinfeksi HPV jauh setelah melakukan hubungan seksual. Orang yang melakukan hubungan seksual diwaktu muda (usia 14-16 tahun) dan orang memiliki pasangan seksual merupakan kelompok yang berpotensi tinggi untuk terpapar virus HPV.
Mengapa wanita yang telah melakukan aktifitas seksual pada usia muda lebih mudah tertular HPV?
Wanita remaja usia 14-16 tahun masih mengalami perubahan hormon yang besar, selama masa pubertas kondisi leher rahimnya masih immature (belum berkembang sempurna) dan sel-sel rahimnya masih sangat aktif, oleh sebab itu resiko terkena infeksi HPV meningkat.
Apakah HPV sama dengan HSV atau bahkan HIV?
Infeksi HPV tidak sama dengan infeksiHIVmaupun HSV, meskipun sama-sama ditularkan melalui hubungan seksual. Infeksi HPV pada sebagian orang tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius, akan tetapi berbeda dengan virus HPV menetap yang akan menimbulkan penyakit kanker serviks.
Lalu apakah ada kaitan antara HIV dan kanker serviks?
Kaitan antara perubahan abnormal serviks (atau  displasia) dan kanker serviks berkaitan dengan HIV telah dikenal baik sejak tahun 1990-an. Hasil penelitian dimasa itu bahwa sampai dengan 40 persen perempuan yang terinfeksi HIV mengalami displasia leher rahim yang dikenali lewat tes Pap, dibandingkan dengan hanya 17 persen di antara perempuan yang tidak terinfeksi HIV. Di tahun 1993, centers for disease and prevention amerika menyatakan, displasia leher rahim tingkat sedang dan berat sebagai bukti awal dari infeksi HIV simptomatik. Terjadinya kanker serviks yang menyebar adalah kondisi yang menetapkan AIDS.
Sekalipun demikian,  bahkan diantara perempuan dengan HIV positif, sebagian besar perempuan mengalami lasi leher termasuk pada tingkat rendah. Seperti dalam populasi umum, banyak faktor tampaknya berpengaruh risiko berkembangnya displasia leher rahim atau kanker pada perempuan dengan HIV positif termasuk koinfeksi dengan HPV (dilaporkan sampai setinggi 95 persen dalam populasi ini), jumlah CD4 rendah, dan jumlah virus HIV tinggi.
Bagaimana gejala dan ciri-ciri kanker serviks ?
Kanker Serviks atau kanker leher rahim pada kebanyakan wanita tidak menunjukkan gejala. Adapun gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
  • Pendarahan tidak normal, yang bisa berupa pendarahan sesudah berhubungan intim, pendarahan abnormal di luar waktu haid, dan pendarahan sesudah menopause
  • Keluar cairan berwarna kekuningan dan berbau dari vagina
  • Sakit atau nyeri pada pinggul dan kaki
Apabila saya mengalami keputihan berlebih dan abnormal, apakah saya terkena kanker serviks?
Perlu diketahui bahwa memang keputihan merupakan salah satu gejala kanker serviks, tetapi sebagian besar keputihan disebabkan oleh infeksi baik itu jamur atau bakteri. Adapun kondisi keputihan yang tidak normal bila terjadi indikasi sebagai berikut: Berbau, Berwarna kehijauan (normal bening) dan terdapat rasa gatal, panas dan lain-lain. Sebaiknya melakukan pemeriksaan dini ke laboratorium dalam mendeteksi kanker serviks. Sementara lendir yang dihasilkan organ reproduksi wanita memang dapat meningkat produksinya seiring secara normal dengan situasi sebagai berikut:
- Sebelum menstruasi,
- Setelah menstruasi,
- Saat masa subur,
- Saat terangsang ketika melakukan hubungan seksual.
Bagaimana caranya mendeteksi kanker serviks?
Ada beberapa cara mendeteksi apakah seseorang telah terpapar kanker serviks atau tidak, diantaranya:
  • Inspeksi visual dengan asam asetat (IVA), merupakan skrining kanker leher rahim yang dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang telah dioles dengan larutan asam asetat. Skrining ini merupakan skrining yang paling sederhana, cepat, dan murah.
  • Pemeriksaan sitologi (Pap Smear), adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dimana sampel diambil melalui liang vagina.
  • Pemeriksaan HPV-DNA, merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus (HPV) pada sel-sel yang diambil dari leher rahim.
Saya tidak mau terkena kanker serviks, bagaimana cara pencegahannya?
Sebelum anda mencari-cari tips-tips pencegahan agar kita tidak terkena kanker serviks atau kanker leher rahim, ada satu hal yang harus selalu di ingat oleh kaum wanita dimanapun dan kapanpun bahwa “Organ kewanitaan merupakan bagian yang sangat rentan terkena berbagai gangguan kesehatan, karenanya harus dijaga dengan baik”.
Jika hal itu kita tanamkan dengan baik dibenak seluruh wanita, hanya dengan hal itu saja wanita akan terbebas dari kanker serviks. Menjaga kesehatan organ vital kewanitaan, bukan hanya saja menjaga kebersihan atau kelembaban, akan tetapi dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual-pun termasuk menjaga kesehatan organ kewanitaan tersebut.
Sedangkan cara pencegahan kanker serviks yang efektif bagi kelompok yang aktif secara seksual adalah dengan melakukan vaksinasi HPV.
Apa itu vaksin HPV dan bagaimana cara kerjanya?
Vaksin bekerja dengan mengajari sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menyerang bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit dalam badan manusia. Banyak jenis vaksin yang diberikan dewasa ini, pada umumnya mulai diberikan tidak lama setelah bayi lahir dan berlanjut sampai usia dewasa muda.
Metode pelatihan badan untuk mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit adalah dengan memaparkan sistem kekebalan pada bagian dari bakteri atau virus utuh yang dilemahkan sehingga tidak dapat menimbulkan penyakit. Contoh klasik dari vaksin yang dibuat dari virus yang tidak aktif adalah vaksin polio. Contoh vaksin yang dibuat dari tiruan bagian dari virus adalah vaksin hepaiitis B. Vaksin hepatitis B dibuat dengan menanamkan sebagian DNA virus hepatitis B yang menyebabkan pertumbuhan dari bungkus luar virus hepatitis B ke dalam sel binatang, sel binatang itu kemudian menghasilkan banyak salinan bungkus luar virus tanpa partikel aktif didalamnya. Kalau disuntikan, bungkus luar ini dikenali oleh sistem kekebalan tubuh tanpa risiko berhubungan dengan penyakit sesungguhnya dan kontak dengan vaksin ini menyebabkan tanggaptahapan kanker serviksan kekebalan tubuh. Sel-sel kekebalan tubuh dalam tubuh belajar untuk mengenali vaksin sehingga kalau seseorang terpapar dalam bakteri atau virus penyebab penyakit yang sesungguhnya, memori tubuh memberikan tanggapan sudah di siapkan dan dapat di hindari.
Vaksin kanker serviks adalah vaksin yang dikembangkan untuk melindungi terhadap tipe human papillomavirus (HPV) tertentu, HPV ditemukan dalam 100 persen penderita kanker serviks. HPV dapat juga ditemukan dalam jumlah tinggi dalam kanker penis, vagina, pukas, kepal dan leher, HPV dikaitkan dengan kutil didaerah kelamin dan luka prakanker di leher rahim,vagina, dan vagina, pukas.
Terdapat sekitar 100 jenis galur, atau tipe HPV yang berbeda. Beberapa mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menyebabkan kanker, sementara yang lain mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk menimbulkan kutil di daerah kelamin atau perubahan prakanker. HPV tipe 16 dan 18 mempunyai kaitan yang paling besar dengan kanker serviks, bertanggung jawab untuk 75 persen dari semua kasus kanker serviks batu. Jenis ini juga berkaitan dengan risiko tinggi dari perubahan prakanker yang berat. HPV tipe 6 dan 11 sering dikaitkan dengan kutil di daerah kelamin dan perubahan prakanker lain dengan kelas yang lebih rendah.
Apakah setelah melakukan vaksinasi HPV, saya akan terbebas dari kanker serviks?
Vaksin HPV didesain untuk mencegah infeksi oleh HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Sayangnya, terdapat banyak tipe lain yang dapat menyebabkan kanker serviks dan juga kutil didaerah kelamin serta perubahan prakanker yang lain dari leher rahim, vagina, atau pukas, dengan alasan itu, tes Pap masih direkomendasikan sebagai metode pemeriksaan dini untuk penyakit.
Baiklah, setelah membaca artikel ini saya akan lebih menjaga organ kewanitaan saya, apakah ada tips-tips pencegahan lainnya?
Berikut tips-tips tambahan untuk pencegahan kanker serviks:
  • Berperilaku hidup sehat, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi, dan tidak merokok.
  • Bersihkan organ vital  dengan air yang bersih.
  • Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari.
  • Jaga kelembaban organ kewanitaan anda
  • Lakukan pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara rutin untuk deteksi dini kanker leher rahim.
Tahukah anda, semakin dini terdeteksi, semakin tinggi pula proses kesembuhannya. Walaupun penyakit ini mengakibatkan kematian juga, berdasarkan pengalaman pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin sejak tahun 1980, penyakitkanker serviksatau kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker yang paling cepat disembuhkan dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya. Walaupun demikian, mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Sehingga, kami tegaskan sekali lagi, jagalah dengan baik organ kewanitaan kalian.
DAFTAR PUSTAKA

Canavan TP, Doshi NR. Cervical cancer. Am Fam Physician 2000;61:1369-76. Fulltext . PMID 10735343.
Castellsagu√© X, Bosch FX, Munoz N, Meijer CJ, Shah KV, de Sanjose S, Eluf-Neto J, Ngelangel CA, Chichareon S, Smith JS, Herrero R, Moreno V, Franceschi S; International Agency for Research on Cancer Multicenter Cervical Cancer Study Group. Male circumcision, penile human Papillomavirus infection, and cervical cancer in female partners. N Engl J Med 2002;346:1105-12. Fulltext . PMID 11948269.

Heins HC, Dennis EJ, Pratt-Thomas HR. The possible role of smegma in carcinoma of the cervix. Am J Obstet Gynec 1958:76;726-735. PMID 13583012


Senin, 12 November 2012

belajar blog

aku gk tau harus nulis apa ato mencurahkan isi hati saya dalam blog ini ...
ini hanya percobbaan ,,, namanya jga baru bikin blog.. hahahhahah....
aku cuma pegen nulis ajah siihh dari pada kosong ,,,
maklumin ajah ea ,,, soryyy